Sebuah SMS Bermakna Doa

 
Prayer-BW[1]
Seperti sore-sore kemarin , sore ini sebuah sms masuk ,
ketika aku tengah asyik chatting dengan seorang teman baru , seorang wanita yg tinggal di Pontianak.
Sms itu cuma kubaca dan kubiarkan , akupun meneruskan ngobrol dengan teman baru itu.
Orangnya menarik , cerdas , humoris dan juga senang bercerita tentang banyak hal ,
itu yg membuat aku betah mengobrol dengannya dan membiarkan saja sms itu.

Satu jam lebih , ketika teman baruku itu pamit off , aku menelphonnya.

“Met sore , sayang. Sudah nyampe rumah ?”

“Sore , mas. Iya , sudah nyampe , ini juga baru selesai mandi.”

“Say , aku tadi dapet temen chatting baru , cewek , tinggal di Pontianak.
Orangnya asyik , jadi kami ngobrol lama banget.
Aku jadi bernostalgia waktu tugas kerja di sana dulu . . . . . ”

“Iya , mas.”

Jawabnya pendek namun tak terdengar sedikitpun nada cemburu ,
seakan ia memang ikut senang dengan kesenangan yg kualami.

“Dia juga cerita kalau baru patah hati ,
ditinggal kekasihnya yg berselingkuh dengan . . . . . . . ”

“Iya , mas . . . Mas ?”

“Iya , kenapa , say ?”

“Sms ku tadi masuk gak ?”

“Masuk , say. Sorry aku keasyikan ngobrol sama cewek itu , jadi . . . ”

“Gak apapa , mas. Lagian itu khan cuma sms gak penting.”

Nada suaranya datar tak sedikitpun menunjukkan kemarahan ,
namun kurasakan menutupi kesedihan dan kekecewaannya ,
karena aku lebih mementingkan chatting daripada membalas smsnya.

“Say , tolong dong ngertiin aku juga.
Tadi aku begitu senang karena cerita-ceritanya menarik.
Aku juga mensupport dia agar tidak larut dalam kesedihan , karena ditinggal pacarnya.”

“Iya , mas , aku mengerti.”

“Kecuali kalo sms pertanyaan yg memang membutuhkan jawaban segera ,
atau berita penting dan aku perlu tahu lebih jelas atau kelanjutannya ,
meski sedang sibukpun aku akan langsung membalas.”

Dari menyadari bahwa aku -tak sengaja- telah membuatnya kecewa ,
aku malah menceramahi dengan argument-argument yg membenarkan diriku ,
bahkan secara tak langsung aku menuding dirinya yg tidak mau mengerti ,
bahwa “kesibukanku terhadap kesenangan” yg baru kudapat musti lebih kudahulukan.

Yach ! Tidak sedikit , bahkan teramat sangat banyak orang yg tahu ,
ketika kita menudingkan telunjuk kita pada orang lain ,
secara filosofi mengajarkan ,
bahwa ternyata 3 jari yg lain mengarah pada diri kita sendiri.
Agar mengaca terhadap kemungkinan karena kesalahan kita terlebih dululah sehingga itu terjadi ,
bahkan mungkin saja kesalahan kita jauh lebih banyak dari yg kita tuding.
Dan ibu jari yg digunakan sebagai simbol untuk menunjukkan sesuatu yg utama , sesuatu yg bagus , ternyata mengarah ke bumi.
Itu bermakna bahwa yg dituding dan yg menuding ,
tak peduli siapa yg benar , siapa yg salah ,
pada akhirnya hanyalah kembali ke bumi , menjadi abu tak berarti , mati !!

Yg lebih ironis ,
ternyata untuk menerapkan filosofi itu pada kehidupan sehari-hari ,
ternyata butuh waktu untuk belajar dan berusaha yg kadangkala hingga rambut memutih.
Sebagian lainnya malah hanya menganggapnya sebagai kata-kata indah untuk sekedar dijadikan bahan obrolan ,
dan memamerkan pengetahuan tentang sebuah makna filosofis tersembunyi ,
dari hal sederhana dan sering terjadi , dialami.

“Iya , mas , aku minta maaf telah mengganggu waktu kesenanganmu.
Sekedar untuk mas tahu saja , setiap kali aku mengirim sms berpamitan ,
meski setiap kali mas hanya membalas seperti biasanya ,
itu sangatlah berarti bagiku.
Aku merasakannya sebagai sebuah doa yg diucapkan oleh seseorang yg mencintaiku.
Sebaris kalimat bertuah yg akan mengiringi perjalananku ,
agar tak ada halangan apapun , hingga aku sampai di rumah.”

Nada suaranya yg tenang dan lembut ,
membalut kesedihan dan kekecewaannya ,
malah membuat hatiku seperti diiris-iris sembilu.
Aku semakin tak tahu musti bicara apa.
Aku merasa sekalimat demi sekalimat digiring ke sudut ruang ,
yg pada dinding-dindingnya terpancang pisau-pisau tajam berkilau ,
yg akan mengiris kulit hingga dagingku bahkan menusuk tubuhku.

Kini dia yg bicara panjang lebar , mengajarkan aku makna sebuah balasan sms ,
makna yg tersembunyi dari beberapa huruf vocal dan konsonan dan makna mencintai !

“Iya , aku salah. Tapi semestinya kamu gak perlu ngomong seperti itu.
Kamu khan bisa ngomong , “Mas , lain kali tolong balas smsku.” ,
bahkan bisa sambil bergurau.”

Satu lagi kesalahan manusia ketika berbuat salah ,
berusaha menutupi kesalahan dengan sebuah kesalahan yg lain.
Tidak hanya berusaha mengajukan pembenaran diri , namun balik menuding
dan bahkan mengajarkan agar “menuding” dengan cara yg benar ,
cara yg lebih baik , yg lebih santun . . . . .
dan kalau perlu bisa membuat senang dan tertawa terbahak-bahak.

Benarkah andai kata seperti yg kumauilah yg diucapkannya ,
aku akan segera menyadari kesalahanku lalu berkata ,
“Iya , aku salah , aku mengerti kesalahanku , aku minta maaf.”
Benarkah ??!!

Ternyata beragam topeng kemunafikan tergantung di dinding hati ,
terserak di lantai pikir , siap untuk kuraih dan kukenakan.
Tinggal kupilih saja ,
topeng mana yg mampu membuat tatap mataku menampak ketulusan ,
senyumku berwarna kebaikan dan kata-kataku beraroma kebenaran.

“Iya , mas.
Aku memang tidak mampu membaca suasana hatimu ,
tidak pandai merangkai kata ,
tidak terbiasa berpura-pura menutup sesendok racun kebenaran dengan secawan madu kebohongan. Maafkan aku.”

Aku terhenjak sekali lagi !!
Dari sanggahan yg kuharap darinya ,
agar aku punya kesempatan untuk menunjukkan kebenaran ke-ego-anku ,
cuma ditanggapinya dengan pengakuan yg menunjukkan bahwa ia mampu menunduk karena mengerti.
Aku cuma bisa menelan kebodohanku sebagai kepintaran semu ,
yg ternyata kemudian menyangkut di kerongkonganku ,
dan cuma bisa berharap air kasih sayang agar mampu menggelincirkannya ke perut kesadaranku.

“Katakan saja aku salah , namun itulah hal-hal kecil yg menunjukkan perbedaan ,
antara orang yg mencintai dengan orang yg tergila-gila.”

Mataku tiba-tiba basah , itukah air kasih sayang yg kuharapkan.
Tak perlu penjelasan lebih rinci ,
untuk menunjukkan bahwa aku dianggapnya hanya tergila-gila ,
yg artinya ketika ada yg baru dan menarik , maka perhatiankupun akan beralih.

Tak ada cinta yg sempurna , meski setiap orang mendambakan.
Namun kita tetap musti berusaha untuk membentuk cinta yg sempurna itu bersama-sama.
Dan kesempurnaan memang bukanlah hal yg kecil , namun juga terbentuk oleh hal-hal yg kecil , yg remeh.
Layaknya sebuah gunung , tidaklah terbentuk dari sebongkah batu maha besar ,
tapi terdiri dari batu-batu besar , tanggung , kecil , kerikil , bahkan pasir dan debu sekalipun.

“Maaf , ada tamu. Nanti kita ngobrol lagi , ya.”

“Iya , mas , maafkan aku ya. Makasih.”

Aku memilih mengakhiri dengan kepengecutan yg masih kumiliki.
Kepalaku terasa berat , karena sebuah sms yg tak kubalas ,
yg ternyata sedemikian dalam berartinya bagi dirinya.

Seringkali kita menunjukkan rasa mencintai seseorang
dengan melakukan hal yg kita maui ,
bukanlah dengan hal yg berarti baginya ,
tak peduli sesederhana apapun hal itu bagi kita.

 
———————————————————————————————————————-
 
Sudah beberapa sore tak lagi ada sms darinya ,
bahkan ketika aku menanyakannya , apakah ia masih di kantor ,
atau sudah hendak memulai perjalanan pulang , . . ia cuma membalas pendek dan berterima kasih.
Ia tak pernah lagi berpamitan dan berharap sebuah balasan sms ,
yg baginya adalah doa keselamatan untuk mengiringi perjalanan dari orang yg mencintainya.

Aku menghisap rokok dalam-dalam
dan menghembuskannya pelahan-lahan ke udara.
Aku merasa rindu pada sebuah sms.

“Mas , aku pulang dulu ya.”

Yg lalu aku membalasnya.

“Iya say , hati-hati.”
                                                                                  S.O.T.R , Juli ’10
 

=================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: