Endless Love – 02. Selingkuh Itu Nikmat

 
“Mas Bima sayang nggak sama Arum ?”

“Sayang!”

“Cinta nggak ?”

“Lho , khan sama saja tho ?”

“Kata mas Yoga , nggak sama , ..
kalau cinta pasti sayang , kalau sayang belum tentu cinta . . . ”
 

———————————————————————————————————————-
 

“Yo , awakmu ngomongi Arum opo ?”
(Yo , kamu ngomong sama Arum apa ?)

Bima langsung menyodori aku pertanyaan saat menemui aku di mess ,
sepulang dari sampling tambak di daerah Gunung Jati , Cirebon.
Aku mengerjitkan alis ,
lha wong tujuannya ke Gunung Jati yg cuma sebelasan kilometer dari Cirebon ,
koq bisa-bisanya nyempatkan bablas nemui Arum yg lokasinya mendekati Indramayu.

“Samplingnya gimana ? Kapan panennya ?”

Aku mencoba mengalihkan apa yg terfokus di pikirannya.
Bima lalu menyodorkan lembaran Surat Perjanjian Panen ,
kubaca sejenak lalu keberikan lagi padanya.

“Kamu ngomongi Arum apa sih , aku tadi mampir ke warungnya . . . . .”

Bima lalu menceritakan pembicaraan seperti di atas dan hal lainnya.

“Lho , khan bener tho , aku ngomong gitu ?”
 

Aku dan teman-teman , diantaranya Bima ,
mengenal dan berteman dengan Arum , bahkan juga dengan keluarganya ,
tapi yg paling dekat adalah Bima.
‘Pacaran’ mungkin kata yg lebih tepat untuk menggambarkan hubungan Bima dan Arum.
Kadang aku gak mudheng (gak habis pikir , gak faham) ,
Arum sudah tahu kalo Bima itu punya istri ,
tapi seperti gak peduli , bahkan terlihat semakin dekat.
Ibunya Arum juga seperti menyetujui , bila mereka pergi bersama berdua.
Sementara Bima , aku berpikir , mungkin hanyalah sebagai pelarian sesaat ,
karena menurut pengakuan Bima ,
dia dan Arum , sama-sama merasa cocok dalam banyak hal.
 

“Arum rela jadi istri mudaku ,
bahkan Arum bilang , sewaktu-waktu aku pindah dari Cirebon ,
atau sewaktu-waktu aku mau menyudahi hubungan ,
Arum rela kutinggalkan dan gak menuntut apapun . . .”

“EDAN !!”

“Aku gak mau . .”

“Sik waras awakmu.”
(Masih normal dirimu)

“Iya Yo , aku masih tetap waras . . .
Meski aku dan istriku sedang ada masalah ,
aku tetap akan berusaha mempertahankan pernikahanku.
Aku berharap dan berusaha suatu saat istriku menyadari dan berubah.
Aku dan Arum memang banyak kecocokan ,
tapi itu bukan alasan buat aku untuk bercerai dengan istriku ,
bukan pula alasan buat punya keinginan mengawini Arum.
Amit-amit , andai suatu saat rumah tanggaku gak bisa lagi kupertahankan ,
atau istriku meninggalkan aku sekalipun ,
aku masih harus mempertimbangkan masak-masak untuk menikah lagi . . .”

“Bim , sudahi sajalah hubunganmu dengan Arum , sebelum jadi tambah ruwet.”

Bima hanya tersenyum.

Selingkuh itu nikmat . . . . dan menyesatkan . . . .
 

———————————————————————————————————————-
 

Beberapa hari sebelumnya ,
di suatu sore saat matahari mulai mendekati batas samudra dan cakrawala ,
aku ngobrol dengan Arum sambil berjalan-jalan di pantai Tirtamaya.

“Mas Yoga , apa sih dasar hubungan antarané wong wadon bari wong lanang ?”
(Mas Yoga , apa sih dasar hubungan antara perempuan dengan laki-laki.)

“Sama-sama mau.”

“Yééé . . . dudu mêngkonon maksudé Arum , kaya Arum bari mas Bima ka.”
(Yeee . . . bukan gitu maksud Arum , seperti antara Arum dan mas Bima itu lho.)

“Lha iya khan bener , yg pertama sama-sama mau ,
yg kedua ada tiga strata , tingkatan , yg mendasari ,
pertama ‘suka’ , kedua ‘sayang’ , dan yg ketiga ‘cinta’.”

“Maksudé kêpribèn ?”
(Maksudnya gimana ?)

“Hhhmmm . . . . gimana ya menjelaskannya . . .
Gampangnya begini , . . .
karena aku suka sama Arum , aku mau bertemu ketemuan sama Arum ,
ngobrol , saling bercerita , jalan bareng , dan lainnya.
Kalo ndak suka , diajak ngomong aja njawabnya males ,
diajak jalan-jalan kayak gini ini , alasan menolaknya beraneka warna.”

“Ari ‘sayang’?”
(Kalau ‘sayang’?)

“Rasa suka , ditambah dengan mau melakukan sesuatu untuk menyenangkan ,
meluangkan waktu dan memberi perhatian lebih dan tanpa diminta serta tanpa pamrih materi ,
mulai mau membuka hal-hal yg bersifat pribadi ,
mulai ada rasa cemburu . . . . kurang lebihnya begitulah.”

“Ari ‘cinta’?”
(Kalau cinta)

“Rasa suka dan rasa sayang tapi kadarnya lebih tinggi , he..he..he..
Maksudnya pikiran dan perasaan tercurah untuk yg dicintai ,
ditambah mau mengorbankan sesuatu untuk yg dicintai ,
miliknya yg paling berharga sekalipun , kalau itu memang pantas.
Terlalu pendek dan singkat yaa buat njelaskan yg satu ini ,
sebab butuh waktu dan banyak ujian untuk bisa dibuktikan , bahwa itu adalah cinta.”

“Kalau misalnya . . . misalnya Arum minta mas Bima menceraikan istrinya
supaya bisa kawin sama Arum , gimana menurut mas Yoga.”

“Kalau Bima mau , aku yg ndak setuju !!”

Kuhabiskan coca-cola kalengan yg kubawa ,
sembari melampiaskan rasa kurang senang akan pertanyaannya ,
kulemparkan kuat-kuat ke bak sampah dekat pintu masuk , meleset!
Setidaknya aku tidak melemparkannya ke laut.

“Rum , di daerah sini , mungkin masih banyak yg menganggap soal kawin cerai
hal yg tidak perlu dipertimbangkan masak-masak , ataupun dipikir ruwet-rumit.
Tapi bagiku , kalau terikat perkawinan hanya saat cocok ,
hanya saat sama-sama dhemen , saat sama-sama senang ,
apalagi hanya saat lanange dhuwe duit (laki-lakinya punya uang) ,
apa bedanya dengan “pelacuran ber-akta nikah ?”
Mermaid_nalu2B
“Aku menganggap bahtera rumah tangga Bima hanya sedang melewati badai kecil ,
bukan kandas Rum , jadi sebaiknya . . . . saat-saat ini . . . .
kamu jangan berharap Bima bercerai . . . . .
Dosa lho Rum , berharap suka di atas duka orang lain.
Kamu juga perempuan , Rum . . .
misalnya saja Bima itu suamimu , terus kalian ada masalah ,
dan Bima kecantol sama perempuan lain ,
terus kamu diceraikan . . . . perasaanmu gimana ?”

“. . . . iyaa , sakit mas.”

“Naaaah . . . .
Kamu berjodoh bertemu dengan Bima dan meski merasa saling cocok ,
tapi itu belum berarti berjodoh sebagai suami istri.
Kalau soal besok , bulan depan , tahun depan , aku ndak bicara.”

“Arum ngêrti mas , tapi Arum kadung trésna bari mas Bima ,
Ya wis , bagèn Arum sing ngalah baé lah . . . . ”
(Arum ngerti mas , tapi Arum terlanjur mencintai mas Bima ,
ya wis , biar Arum sajalah yg mengalah . . . . .”

“Cinta yg dipaksakan , biasanya tak akan mencapai kebahagiaan , Rum.
Setidaknya , bakal ada yg menderita karena cinta itu.”

Ia memang mempunyai kepribadian yg unik ,
setelah terdiam beberapa saat memikirkan hal yg cukup serius ,
ia mampu seketika berubah penuh dengan keceriaan.

“Mas Yoga , tadi soal ‘suka’ , ‘sayang’ dan ‘cinta’ , gimana mas ?”

“Kalau cinta pasti sayang dan suka.
Kalau sayang pasti suka.
Kalau suka . . . . yaa suka-suka aja , haa..haa..haa….”
 

Aku tak pernah menguji , merenungkannya kembali ,
sampai dimana kebenaran kata-kataku tentang suka , sayang dan cinta.
Aku hanya tak ingin melihat sebuah bahtera rumah tangga yg mengarungi samudra kehidupan ,
dan tengah diterpa gelombang badai , menjadi kandas ,
karena sang nakhoda terpikat oleh putri duyung.
                                                                                  Yoga Hart
                                                                                  S.O.T.R , Agust ’08
 

=================================================

Notes :
Dalam mitologi Yunani , dengan pesonanya putri duyung memikat para pelaut
yg kapalnya sedang melintas , para pelaut itupun menjadi lalai ,
hingga karamlah kapalnya menabrak batu-batu karang.

=================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: