Endless Love – 03. Mencintai Adalah Merelakan

white_rose 
Bima masuk dengan raut muka yg terlihat muram ,
Kunci mobil diletakkannya begitu saja di meja komunikasi ,
dimana Santo asik bercuap-cuap dengan teman-teman nge-break-nya.
Tak sepatah katapun diucapkan Bima yg langsung masuk ke kamar.

Aku cuma menebak-nebak apa yg terjadi saat tadi dia bertemu dengan Arum ,
sambil meneruskan bermain kartu dengan Beni dan 2 orang staff bagian umum.

Tak berapa lama Bima keluar dari kamar dan berjalan keluar dari rumah mess.

“Aku berhenti dulu , . . . San , tolong gantiin aku.”

Akupun keluar sambil menyulut sebatang rokok ,
lalu duduk di badukan pembatas antara taman dan jalan , di sebelah Bima.

“Kenapa ?”

“Mumet . . . ”

“Aku yo mumet koq ngrasakno awakmu.”
(Aku juga pusing koq memikirkan dirimu.)

Bima melirikku sekilas dengan senyum tipis.

“Aku sakit hati , kecewa , cemburu , jengkel . . . ”

“Sama Arum ?”

“Iya.”

“Kenapa ? Dia punya cowoq ?”

“Tadi pas aku hampir nyampe di gang rumahnya ,
aku liat Arum mengantarkan seorang laki-laki ,
pake cium pipi segala , aku bablas dulu , baru kemudian balik lagi.”

“Hmmm . . . terus ?”

“Waktu aku tanya ,
Arum bilang kalo habis jalan-jalan sama laki-laki itu , sudah tiga kali.
Padahal khan dia masih berhubungan sama aku , koq yo tega-teganya . . . ”

“Khan malah bagus , kamu tinggal mundur teratur.”

“Tapi khan dulu dia janji ,
selama aku di Cirebon gak akan berhubungan dengan laki-laki lain.”

“Otakmu itu kebalik ya ?”

“Lhoo . . koq ?”

“Bim , cinta itu soal perasaan , aku paham betul . . . tapi juga musti pake ini.”

Kataku sambil mengetuk-ngetuk sisi kanan keningku dengan telunjukku.

“Apa aku salah kalo aku cemburu karena dia ada hubungan sama laki-laki lain ?”

“Salah ! Kamu salah sejak awal !
Sejak awal aku berulangkali mengingatkan
“Bim , jangan diterus-teruskan” , “Bim , sudahi” ,
tapi kamu bilang
“dia sudah tahu keadaanku , kalo salah satu mau selesai , ya selesai.”
Kamu pikir , bercinta kayak main gaple , kayak main remi ? Kalo mau berhenti tinggal berhenti ?
Lha wong main gaple aja kalo pake uang ,
waktu yg menang banyak mau berhenti ,
yg kalah gak akan menerima begitu saja.”

“Apalagi ini soal cinta , soal perasaan dan pikiran.
Justru seharusnya ini saat yg tepat buat kamu membuktikan bahwa kamu mencintai dia.
Kamu ingin dia bahagia khan ? Meski bukan kamu yg membahagiakannya . . .
Mustinya , dengan tanpa perlu berbicara banyak , jauhi dia . . .
beri dia kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang yg lebih layak . . . ketimbang dirimu.
Itu namanya berkorban demi cinta , demi orang yg kamu cintai.
Meski sebenarnya , . . . jujur aja ,
aku gak menghargai perselingkuhan sebagai cinta.”

Rupanya permainan kartu di dalam sudah berhenti ,
kecuali Santo yg kembali bercuap-cuap di radio 2 meternya , semua keluar dan ikut nimbrung.
Duduk di jalan mess berhadapan dengan aku dan Bima.

Bima terdiam beberapa saat , lalu berkata.

“Aku musti gimana ?”

“Dari dulu jawabanku tetap sama , selesaikan secepatnya , titik !”

“Aku masih cinta . . . dia juga.”

“Weeee . . . podo édan’é (sama gilanya).
Aku kasih tahu ya , cinta itu bukan titik akhir sebuah hubungan.
Seperti halnya rasa suka , sayang , cinta ,
itu semua ibarat terminal untuk menuju pada tahapan hubungan berikutnya.
Tahapan berikut dari saling mencintai , ya pernikahan.
Tapi bukan berarti setiap percintaan akan mencapai pernikahan.
Kamu punya istri punya anak , dan katamu tetep akan mempertahankan pernikahanmu.
Memangnya kalian mau selamanya cuma cinta-cintaan ?”

“Apa kamu gak merasa kasihan , gak merasa berdosa ,
kalo karena dirimu yg masih “mengikat” dia ,
mungkin saja dia telah melewatkan sebuah kesempatan ,
ketika bertemu dengan seseorang yg bisa jadi adalah cinta sejatinya ?
Sebaliknya ! Dengan dia masih “mengikat” kamu ,
secara tidak langsung ,
dia membuat kamu membuang energi , perasaan , pikiran ,
yg seharusnya kamu curahkan buat istri dan anakmu.”

“Maksudku khan pelan-pelan bisa kembali jadi berteman.”

“Nyatanya ? Kamu masih merasa cemburu , kamu merasa sakit hati ,
waktu tahu dia punya hubungan sama laki-laki lain , iya khan ?
Itu artinya kamu tidak bisa kembali pada hubungan sebagai teman.
Egoisme-mu masih lebih besar dari cintamu ,
gak ada orang mencintai tanpa egoisme ,
tapi musti diseimbangkan , dilihat , dipertimbangkan ,
saat mana ego itu musti ditekan , musti mengalah ,
saat mana musti menunjukkan egoisme itu.”

Bima cuma meringis.
Aku menyulut sebatang rokok lagi , sambil menatap langit sejenak.
Cerah , bintang-bintang nampak berkerlipan , bulan purnama tampak begitu indahnya.

“Maksudku khan pelan-pelan aja putusnya ,
aku juga sudah mulai menjarangkan bertemu sama dia.”

“Maksudmu ! . . . maksudmu ! . . .
memangnya semua hal antara kamu dan dia bisa berjalan sesuai maksudmu , sesuai keinginanmu ?
Bim , kamu sudah salah melangkah , tapi masih mau bermain-main dengan salah langkah ke dua.”

“Maksudmu gimana ?”

“Dengan kamu masih berkeinginan menjalin hubungan yg salah ,
dari “selingkuhan” diganti nama jadi “teman” ,
itu sama dengan salah langkah ke dua.
Perempuan , sebagian besar bisa benar-benar bersikap sebagai teman , setelah putus.
Tapi sebagian besar laki-laki tidak bisa ! Apalagi kalo salah satu masih sendiri ,
teteeep akan punya keinginan , harapan juga usaha kecil-kecilan ,
buat menarik perhatian si mantan , apapun alasannya , apapun caranya.
Maka , menurutku . . . terlebih dalam kasusmu , selesai ya selesai.
Sakitnya hati sama koq , bahkan dengan berlama-lama menahan-nahan itu tambah lama sakitnya.

“Laki-laki itu ibarat kemiri , kulitnya saja yg keras , tapi isinya rapuh.
Beda sama perempuan , luarnya lunak , halus , tapi hatinya kayak intan , kerassss.
Jadi berhati-hatilah menjaga hatimu ,
menjaga perasaanmu dari yg namanya cinta.
Wajar aja sih , kalo orang jatuh cinta , putus cinta , bolak-balik.
Tapi kalo jatuh cinta sama istri orang , atau kayak Bima , selingkuhan . . jangan lah !”

“Tapi kalo bener-bener cinta , nékad waé Bim.”

Sahut Beni

“Yok opo ?”

“Pêgatên tho bojomu , kawin karo Arum.”
(Ceraikan tho istrimu , kawin sama Arum.)

“Waaaaah , malah ngajari sing gak genah . . . ”
(Waaaaah , malah mengajari yg tidak benar . . .)

“wakakakakakak . . . ”

“Tapi , sorry ya , mas . . .
kalo menuruti ajaranmu kayaknya gak ada orang yg bisa mencintai dengan pas.”

“wakakakakak , ya gak gitulah ,
kalo Bima ini khan selingkuh , . . jadi ruwetnya karena dibikin sendiri.
Semua khan tergantung dari kesadaran masing-masing yg menjalani ,
yg penting , sejak mulai mengikrarkan diri sebagai kekasih ,
tidak sedang menjalin hubungan dengan seseorang , apapun alasannya ,
juga musti mau saling menerima , saling mengimbangi , jujur , terbuka , perhatian . . . . ”

“Naaah , iyo tho . . . isih akeh maneh syarat’e , ha.ha.ha…”
(Naaah , iya khan . . . masih banyak lagi syaratnya , ha.ha.ha…”
                                                                                  Yoga Hart
                                                                                  S.O.T.R , Mei ’10

Seseorang bisa jatuh cinta berkali-kali ,
tapi pada masanya haruslah hanya ada satu cinta.

                                                                                  ( Yoga Hart )
 

=================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: